新闻是有分量的

Cerita Febri Haryadi yang enggan disebut pemain U-22 termahal di Indonesia

2017年9月9日上午10:36发布
更新时间:2017年9月9日上午10:36

PEMAIN TERMAHAL。 Pemain Persib Bandung,Febri Haryadi mengaku enggan disebut sebagai pemain termahal di skuat U-22。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

PEMAIN TERMAHAL。 Pemain Persib Bandung,Febri Haryadi mengaku enggan disebut sebagai pemain termahal di skuat U-22。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

BANDUNG,印度尼西亚 - Performa Febri Haryadi mendapat pujian saat berlaga di SEA Games 2017 yang baru saja berlalu。 Apalagi pemain dengan posisi 右中场 itu sempat menyarangkan gol spektakuler dari jarak jauh yang membawa kemenangan bagi Indonesia saat melawan Kamboja dengan skor 2-0。

Prestasinya itu membuat nilai transfer pemain Persib Bandung tersebut melesat naik。 Berdasarkan situs Transfermarkt,harga Febri mencapai 158 ribu Poundsterling atau setara dengan Rp 2,7 miliar。 Nilai itu menjadikan Febri sebagai pemain termahal di antara skuat timnas U-22。

Bahkan,nilai Febri juga melampui nilai transfer pemain senior Irfan Bachdim yang bernilai 133 ribu Poundsterling atau setara Rp 1,9 miliar。

Ketika diminta komentarnya soal harganya yang sangat mahal,pemain berusia 21 tahun itu terlihat tersipu malu。 Ia menilai sebutan pemain termahal hanyalah ulah media saja。

Febri bahkan enggan menanggapi julukan pemain termahal terlalu serius。 Ia justru khawatir pelabelan'pemain termahal'malah akan menjadi beban bagi dirinya。

“Enggak啦。 (Julukan pemain termahal)itu media aja sih。 Yang jelas,saya juga menanggapinya tidak terlalu serius。 Takutnya menjadi beban buat saya,“ujar Febri saat ditemui di Bandung,belum lama ini。

Ia mengaku tidak mau terlalu memusingkan harga yang dibanderol kepadanya。 Febri mengaku hanya ingin fokus untuk memberikan yang terbaik bagi tim yang tengah dibelanya。

“Jadi biarkan orang ngomong apa,yang jelas saya harus terus memberikan yang terbaik,”katanya。

Meski begitu,Febri mengaku bersyukur dijuluki pemain muda termahal。 Hal tersebut dapat memotivasinya untuk menjadi pemain yang lebih baik lagi。

“Yang pasti(julukan)itu memotivasi saya ke depannya harus lebih baik lagi,”katanya bijak。 - Rappler.com